Monday, November 26, 2018

Perencanaan dan Pengembangan Karier


        Karier
    Karier merupakan perwujudan diri yang bermakna melalui serangkaian aktivitas dan mencakup seluruh aspek kehidupan yang terwujud karena adanya kekuatan inner person. Perwujudan diri akan bermakna manakala ada kepuasan/ kebahagiaan diri dan lingkungan.
        Perencanaan Karier
Istilah perencanaan karier terdiri atas dua kata yaitu perencanaan dan karier. Perencanaan berarti proses, cara, perbuatan merencanakan (merancangkan) (KBBI, 2002:946). Kata karier menurut Bernardin dan Russel (2013) adalah persepsi sikap pribadi dan perilaku seseorang yag terkait dengan aktivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman dalam rentang perjalanan pekerjaan seseorang. Menurut Sofyandi (2008:128) perencanaan karier adalah proses dimana individu karyawan mengindetifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan kariernya.
      Tahapan Perjalanan Karier
1.      ≤ 15 Tahun (Pertumbuhan)
Tahap ini diakhiri dengan adanya konsep tentang minat dan kemampuan dan mulai berpikir tentang alternatif keahlian.
2.      15 - 24 Tahun (Penjajakan)
Mulai menggali beberapa keahlian secara serius dan mulai mencoba untuk bekerja.
3.      25 - 44 Tahun (Pemantapan)
Terus menerus melakukan pengujian terhadap kemampuan yang dimilikinya dan mencoba untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
4.      45 – 65 Tahun (Pemeliharaan)
Tidak lagi akan berusaha untuk mencari pekerjaan yang baru, melainkan akan mempertahankan pekerjaannya yang sekarang.
5.      ≥ 66 Tahun (Tahap Kemunduran)
Seseorang menghadapi prospek untuk harus menerima keadaan menurunnya level kekuasaan.
          Pengertian Pengembangan Karier
     Pengembangan karier merupakan implementasi dari perencanaan karier. Untuk itu pengembangan karier dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan yang ditujukan untuk melaksanakan rencana kariernya melalui pendidikan, pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.
         Pihak-pihak yang Berperan dalam Pengembangan Karier
1.            Karyawan
Seorang karyawan berperan dalam melakukan perencanaan karier pribadinya. Dia bertanggung jawab untuk terus meningkatkan keterampilan yang dia miliki untuk memastikan bahwa dirinya mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan pasar tenaga kerja. .
2.         Pengusaha (Organisasi)
Para pengusaha cukup berperan dalam proses pengembangan karier, seperti membantu karyawan dengan memberikan :
a.    Pendidikan Formal,
b.    Penilaian Prestasi Karyawan dalam karier nya,
c.    Konseling oleh para menajer,
d.   Gerakan lateral yang bersifat berkembang,
e.    Konseling oleh SDM,
f.     Persiapan Pensiun, dan
g.    Perencanaan Sukses.
      Pengembangan Karier Secara Individual
1. Prestasi kerja
Hal ini mendasari semua kegiatan pengembangan karier lainnya kemajuan karier sangat tergantung pada prestasi.
2. Exposure
Eksposure berarti menjadi dikenal oleh orang-orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan-kesempatan karier lainnya.Tanpa eksposure, karyawan yang berprestasi baik mungkin tidak memperoleh kesempatan untuk mencapai sasaran-sasaran kariernya.
3.  Permintaan Berhenti
Bila seorang karyawan melihat kesempatan karier yang lebih besar di tempat lain, permintaan berhenti mungkin merupakan suatu cara untuk mencapai sasaran-sasaran karier.
4.   Kesetiaan Pada Organisasi
Dalam banyak organisasi, orang-orang meletakan kemajuan karier tergantung pada kesetian organisasional.
5.   Mentor dan Sponsor
Seorang mentor adalah orang yang menawarkan bimbingan karier informal. Karyawan atau mentor dalam banyak perusahaan menyadari bahwa hubungan diantara merka ada dan berguna bagi pengembangan karier. 
6.   Kesempatan untuk berkembang
Bila karyawan meningkatkan kemampuan, missal melalui program latihan, pengambilan kursus-kursus atau penambahan gelar, maka berarti mereka memanfaatkan kesempatan untuk tumbuh.
  Pengembangan Karier secara Organisasional
    Pengembangan karier seharusnya memang tidak tergantung pada usaha-usaha individual saja, sebab hal itu kadang kala idak sesuai dengan kepentingan organisasi, untuk memungkinkan sinkronnya dengan kepentingan organisasi, maka pihak bagian yang berwenang untuk itu, yakni departemen personalia, dapat mengatur perkembangan karier para karyawan/ anggota organisasi. Misalnya dengan mengadakan program-program latihan, kursus-kursus pengembangan karier dan sebagainya.

Sebagaian besar organisasi mengarahkan program perencanaan karier untuk mencapai satu atau lebih tujuan berikut ini:
·      Pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif.
·      Kesempatan penilaian diri bagi karyawan untuk memikirkan jalur-jalur karier tradisional atau karier yang baru.
·      Pengembanagn sumber daya manusia yang lebih efisien didalam dan diantara divisi dan atau lokasi geografis.
·      Meningkatan kinerja malalui pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan karier vertikal dan horizontal.
·      Peningkatan loyalitas dan motivasi karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan.
·      Sebuah metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan 
        Tanggungjawab Pengembangan Karier
1)        Dengan Pendekatan Tradisional
·           Perencanaan pengembangan karier disusun dan ditetapkan oleh organisasi/ perusahaan secara sepihak.
·           Pelaksanaan pengembangan karier tergantung sepenuhnya pada organisasi.
·           Control hasil pengembangan karier dilakukan secara ketat oleh organisasi.
·           Pengembangan karier diartikan dan dilaksanakan melalui kegiatan promosi ke jenjang/ posisi yang lebih tinggi.
2)        Dengan Pendekatan Baru
·           Pengembangan karier harus diterima bukan sekedar berarti promosi ke jabatan/ posisi yang lebih tinggi.
·           Sukses karier yang dimaksud diatas berarti seorang pekerja mengalami kemajuan dalam bekerja, berupa perasaan puas dalam suatu atau setiap jabatan/ posisi yang dipercaya oleh organisasi.
·           Sukses dalam pengembangan karier yang berarti mengalami kemajuan dalam bekerja, adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan/ keahlian, sehingga menjadi lebih berprestasi/ produktif sebagai pekerja yang kompetitif.
·           Para pekerja harus menyadari bahwa untuk memperoleh kemajuan dalam bekerja merupakan tanggung jawabnya sendiri.
  Penyusunan Perencanaan Karier
       Jabatan Pokok dan Jabatan Penunjang
Dalam setiap organisasi atau perusahaan terdapat jabatan pokok dan jabatan penunjang. Jabatan pokok adalah jabatan yang fungsi dan tugas pokoknya menunjang langsung tercapainya sasaran pokok organisasi atau perusahaan. Dalam organisasi perusahaan, jabatan pokok adalah bidang jabatan yang menangani produksi dan pemasaran.
Jabatan penunjang adalah jabatan yang fungsi dan tugas-tugasnya menunjang atau membantu tercapainya sasaran pokok organisasi atau perusahaan. Jabatan penunjang dalam lembaga pendidikan atau perusahaan adalah bagian umum dan bagian keuangan.
-         Pola Jalur Karier Bertahap
Pola jalur karier bertahap adalah suatu pola yang menunjukkan urutan berjenjang dan bertahap dari jabatan-jabatan dalam struktur organisasi yang membentuk karier seseorang.
-         Jabatan Struktural
Jabatan struktural pada dasarnya adalah jabatan karier, artinya jabatan yang diperuntukkan bagi mereka yang diarahkan ke jenjang yang paling tinggi dalam organisasi.
-         Tenggang Waktu Jabatan
Tenggang waktu jabatan atau masa jabatan seseorang dalam suatu organisasi sebaiknya ditentukan secara tegas dan pasti, sebab hal tersebut akan memberikan efek psikologis yang positif terhadap pemangku jabatan yang bersangkutan.
xii.        Manfaat Perencanaan Karier
·         Membantu pengembangan SDM dalam organisasi dengan mencatat berbagai informasi terkait kemampuan dan prestasi pegawai sehingga bisa digunakan secara objektif untuk keputusan mempromosikan pegawai yang berprestasi.
·         Mendorong loyalitas dan komitmen pegawai pada organisasi dan memperkecil ketidakpuasan yang berujung pada keluarnya pegawai dari organisasi.
·         Pegawai akan yakin dapat bertumbuh dan berkembang dalam organisasi tersebut.
·         Pegawai akan puas terhadap organisasi dan tentu saja akan termotivasi dalam bekerja.
        Manfaat Perencanaan Karier

a)    Membantu pengembangan SDM dalam organisasi dengan mencatat berbagai informasi terkait kemampuan dan prestasi pegawai sehingga bisa digunakan secara objektif untuk keputusan mempromosikan pegawai yang berprestasi.
b)   Mendorong loyalitas dan komitmen pegawai pada organisasi dan memperkecil ketidakpuasan yang berujung pada keluarnya pegawai dari organisasi.
c)    Pegawai mengoptomalisasikan kemampuannya karena yakin bahwa kariernya di organisasi tersebut akan berjalan baik.
d)   Pegawai akan yakin dapat bertumbuh dan berkembang dalam organisasi tersebut.
e)    Pegawai akan puas terhadap organisasi dan tentu saja akan termotivasi dalam bekerja.

       Manfaat Pengembangan Karier

                1.  Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara pekerja yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan.
                2.  Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap pengembangan karier pada anggota organisasi menumbuhkan loyalitas yang lebih tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai
          3. Pegawai terdorong untuk mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam  pelaksanaan pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif
 

No comments:

Post a Comment