Karier
Karier merupakan perwujudan diri yang bermakna
melalui serangkaian aktivitas dan mencakup seluruh aspek kehidupan yang
terwujud karena adanya kekuatan inner person.
Perwujudan diri akan bermakna manakala ada kepuasan/ kebahagiaan diri dan
lingkungan.
Perencanaan Karier
Istilah perencanaan
karier terdiri atas dua kata yaitu perencanaan dan karier. Perencanaan berarti
proses, cara, perbuatan merencanakan (merancangkan) (KBBI, 2002:946). Kata
karier menurut Bernardin dan Russel (2013) adalah persepsi sikap pribadi dan
perilaku seseorang yag terkait dengan aktivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman
dalam rentang perjalanan pekerjaan seseorang. Menurut Sofyandi (2008:128) perencanaan karier adalah proses dimana
individu karyawan mengindetifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai
tujuan-tujuan kariernya.
Tahapan Perjalanan Karier
1. ≤ 15 Tahun (Pertumbuhan)
Tahap ini diakhiri
dengan adanya konsep tentang minat dan kemampuan dan mulai berpikir tentang
alternatif keahlian.
2. 15 - 24 Tahun (Penjajakan)
Mulai menggali beberapa keahlian secara serius dan mulai mencoba untuk bekerja.
3. 25 - 44 Tahun (Pemantapan)
Terus menerus melakukan pengujian
terhadap kemampuan yang dimilikinya dan mencoba untuk melakukan pekerjaan yang
sesuai dengan minat dan bakatnya.
4. 45 – 65 Tahun (Pemeliharaan)
Tidak lagi akan
berusaha untuk mencari pekerjaan yang baru, melainkan akan mempertahankan
pekerjaannya yang sekarang.
5. ≥ 66 Tahun (Tahap Kemunduran)
Seseorang
menghadapi prospek untuk harus menerima keadaan menurunnya level kekuasaan.
Pengertian Pengembangan Karier
Pengembangan karier merupakan implementasi dari perencanaan karier. Untuk itu
pengembangan karier dapat didefinisikan sebagai semua usaha pribadi karyawan
yang ditujukan untuk melaksanakan rencana kariernya melalui pendidikan,
pelatihan, pencarian dan perolehan kerja, serta pengalaman kerja.
Pihak-pihak yang Berperan dalam Pengembangan
Karier
1. Karyawan
Seorang karyawan berperan
dalam melakukan perencanaan karier pribadinya. Dia bertanggung jawab untuk
terus meningkatkan keterampilan yang dia miliki untuk memastikan bahwa dirinya
mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan pasar tenaga
kerja. .
2. Pengusaha (Organisasi)
Para pengusaha cukup
berperan dalam proses pengembangan karier, seperti membantu karyawan dengan
memberikan :
a. Pendidikan Formal,
b. Penilaian Prestasi Karyawan dalam karier nya,
c. Konseling oleh para menajer,
d. Gerakan lateral yang bersifat berkembang,
e. Konseling oleh SDM,
f. Persiapan Pensiun, dan
g. Perencanaan Sukses.
Pengembangan Karier Secara Individual
1. Prestasi kerja
Hal ini mendasari semua
kegiatan pengembangan karier lainnya kemajuan karier sangat tergantung pada
prestasi.
2. Exposure
Eksposure berarti menjadi dikenal
oleh orang-orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan-kesempatan
karier lainnya.Tanpa eksposure, karyawan yang berprestasi baik mungkin tidak
memperoleh kesempatan untuk mencapai sasaran-sasaran kariernya.
3. Permintaan Berhenti
Bila seorang karyawan
melihat kesempatan karier yang lebih besar di tempat lain, permintaan berhenti
mungkin merupakan suatu cara untuk mencapai sasaran-sasaran karier.
4. Kesetiaan Pada Organisasi
Dalam banyak organisasi,
orang-orang meletakan kemajuan karier tergantung pada kesetian organisasional.
5. Mentor dan Sponsor
Seorang mentor adalah orang
yang menawarkan bimbingan karier informal. Karyawan atau mentor dalam banyak
perusahaan menyadari bahwa hubungan diantara merka ada dan berguna bagi
pengembangan karier.
6. Kesempatan untuk berkembang
Bila karyawan meningkatkan
kemampuan, missal melalui program latihan, pengambilan kursus-kursus atau
penambahan gelar, maka berarti mereka memanfaatkan kesempatan untuk tumbuh.
Pengembangan Karier secara Organisasional
Pengembangan karier seharusnya memang tidak tergantung pada usaha-usaha
individual saja, sebab hal itu kadang kala idak sesuai dengan kepentingan
organisasi, untuk memungkinkan sinkronnya dengan kepentingan organisasi, maka
pihak bagian yang berwenang untuk itu, yakni departemen personalia, dapat
mengatur perkembangan karier para karyawan/ anggota organisasi. Misalnya dengan
mengadakan program-program latihan, kursus-kursus pengembangan karier dan
sebagainya.
Sebagaian besar organisasi mengarahkan
program perencanaan karier untuk mencapai satu atau lebih tujuan berikut ini:
·
Pengembangan tenaga berbakat yang
tersedia secara lebih efektif.
·
Kesempatan penilaian diri bagi
karyawan untuk memikirkan jalur-jalur karier tradisional atau karier yang baru.
·
Pengembanagn sumber daya manusia
yang lebih efisien didalam dan diantara divisi dan atau lokasi geografis.
·
Meningkatan kinerja malalui
pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan karier vertikal
dan horizontal.
·
Peningkatan loyalitas dan motivasi
karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan.
·
Sebuah metode penentuan kebutuhan
pelatihan dan pengembangan
Tanggungjawab Pengembangan Karier
1) Dengan Pendekatan Tradisional
· Perencanaan pengembangan karier disusun dan
ditetapkan oleh organisasi/ perusahaan secara sepihak.
· Pelaksanaan pengembangan karier tergantung
sepenuhnya pada organisasi.
· Control hasil pengembangan karier dilakukan
secara ketat oleh organisasi.
· Pengembangan karier diartikan dan dilaksanakan
melalui kegiatan promosi ke jenjang/ posisi yang lebih tinggi.
2) Dengan Pendekatan Baru
· Pengembangan karier harus diterima bukan
sekedar berarti promosi ke jabatan/ posisi yang lebih tinggi.
· Sukses karier yang dimaksud diatas berarti
seorang pekerja mengalami kemajuan dalam bekerja, berupa perasaan puas dalam
suatu atau setiap jabatan/ posisi yang dipercaya oleh organisasi.
· Sukses dalam pengembangan karier yang berarti
mengalami kemajuan dalam bekerja, adalah meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan/ keahlian, sehingga menjadi lebih berprestasi/ produktif sebagai
pekerja yang kompetitif.
· Para pekerja harus menyadari bahwa untuk
memperoleh kemajuan dalam bekerja merupakan tanggung jawabnya sendiri.
Penyusunan Perencanaan Karier
- Jabatan Pokok dan Jabatan Penunjang
Dalam
setiap organisasi atau perusahaan terdapat jabatan pokok dan jabatan penunjang. Jabatan pokok adalah
jabatan yang fungsi dan tugas pokoknya menunjang langsung tercapainya sasaran
pokok organisasi atau perusahaan. Dalam organisasi perusahaan, jabatan pokok
adalah bidang jabatan yang menangani produksi dan pemasaran.
Jabatan penunjang
adalah jabatan yang fungsi dan tugas-tugasnya menunjang atau membantu
tercapainya sasaran pokok organisasi atau perusahaan. Jabatan penunjang dalam
lembaga pendidikan atau perusahaan adalah bagian umum dan bagian keuangan.
- Pola Jalur Karier Bertahap
Pola jalur karier
bertahap adalah suatu pola yang menunjukkan urutan berjenjang dan bertahap dari
jabatan-jabatan dalam struktur organisasi yang membentuk karier seseorang.
- Jabatan Struktural
Jabatan struktural
pada dasarnya adalah jabatan karier, artinya jabatan yang diperuntukkan bagi
mereka yang diarahkan ke jenjang yang paling tinggi dalam organisasi.
- Tenggang Waktu Jabatan
Tenggang waktu jabatan
atau masa jabatan seseorang dalam suatu organisasi sebaiknya ditentukan secara
tegas dan pasti, sebab hal tersebut akan memberikan efek psikologis yang
positif terhadap pemangku jabatan yang bersangkutan.
xii. Manfaat Perencanaan Karier
· Membantu pengembangan SDM dalam organisasi
dengan mencatat berbagai informasi terkait kemampuan dan prestasi pegawai
sehingga bisa digunakan secara objektif untuk keputusan mempromosikan pegawai
yang berprestasi.
· Mendorong loyalitas dan komitmen pegawai pada
organisasi dan memperkecil ketidakpuasan yang berujung pada keluarnya pegawai
dari organisasi.
· Pegawai akan yakin dapat bertumbuh dan
berkembang dalam organisasi tersebut.
· Pegawai akan puas terhadap organisasi dan tentu
saja akan termotivasi dalam bekerja.
Manfaat Perencanaan Karier
a)
Membantu pengembangan SDM dalam
organisasi dengan mencatat berbagai informasi terkait kemampuan dan prestasi
pegawai sehingga bisa digunakan secara objektif untuk keputusan mempromosikan
pegawai yang berprestasi.
b)
Mendorong loyalitas dan komitmen
pegawai pada organisasi dan memperkecil ketidakpuasan yang berujung pada
keluarnya pegawai dari organisasi.
c)
Pegawai mengoptomalisasikan
kemampuannya karena yakin bahwa kariernya di organisasi tersebut akan berjalan
baik.
d)
Pegawai akan yakin dapat bertumbuh
dan berkembang dalam organisasi tersebut.
e)
Pegawai akan puas terhadap
organisasi dan tentu saja akan termotivasi dalam bekerja.
Manfaat Pengembangan Karier
1. Pengembangan karier memberikan petunjuk tentang siapa diantara pekerja
yang wajar dan pantas untuk dipromosikan di masa depan.
2. Perhatian yang lebih besar dari bagian kepegawaian terhadap
pengembangan karier pada anggota organisasi menumbuhkan loyalitas yang lebih
tinggi dan komitmen organisasional yang lebih besar di kalangan pegawai
3. Pegawai terdorong untuk
mengembangkan potensi tersebut untuk kemudian dibuktikan dalam pelaksanaan
pekerjaan dengan lebih efektif dan produktif
No comments:
Post a Comment