Pengertian Kompensasi
Kompensasi adalah seluruh imbalan
yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut
pada organisasi. Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus
dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah
diberikannya kepada organisasi atau perusahaan tempat ia bekerja.
Faktor yang
Mempengaruhi Besarnya Kompensasi
Menurut Prof. DR. H. Edy Sutrisno, M.Si dalam bukunya yang berjudul
Manajemen Sumber Daya Manusia (2016:199) mengemukakan bahwa besar kecilnya
kompensasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi
besarnya kompensasi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut
1. Tingkat biaya hidup
2. Tingkat kompensasi yang berlaku di perusahaan
lain
3. Tingkat kemampuan perusahaan
4. Jenis pekerjaan dan besar kecilnya tanggung
jawab
5. Peraturan perundang-undangan yang berlaku
6. Peranan serikat buruh
Fungsi Pemberian
Kompensasi
Menurut Susilo
Martoyo, fungsi-fungsi pemberian kompensasi adalah:
1. Pengalokasian sumber daya manusia secara
efisien
Fungsi ini menunjukkan bahwa pemberian kompensasi yang cukup baik pada karyawan yang berprestasi baik, akan mendorong para karyawan untuk bekerja dengan lebih baik dan ke arah pekerjaan-pekerjaan yang lebih produktif.
Fungsi ini menunjukkan bahwa pemberian kompensasi yang cukup baik pada karyawan yang berprestasi baik, akan mendorong para karyawan untuk bekerja dengan lebih baik dan ke arah pekerjaan-pekerjaan yang lebih produktif.
2. Penggunaan sumber daya manusia secara lebih
efisien dan efektif
Dengan pemberian kompensasi yang tinggi kepada seorang karyawan mengandung implikasi bahwa organisasi akan menggunakan tenaga karyawan termaksud dengan seefisien dan seefektif mungkin.
Dengan pemberian kompensasi yang tinggi kepada seorang karyawan mengandung implikasi bahwa organisasi akan menggunakan tenaga karyawan termaksud dengan seefisien dan seefektif mungkin.
3. Mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi
Sebagai akibat alokasi dan penggunaan sumber daya manusia dalam organisasi yang bersangkutan secara efisien dan efektif tersebut, maka dapat diharapkan bahwa sistem pemberian kompensasi tersebut secara langsung dapat membantu stabilitas organisasi, dan secara tidak langsung ikut andil dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.
Sebagai akibat alokasi dan penggunaan sumber daya manusia dalam organisasi yang bersangkutan secara efisien dan efektif tersebut, maka dapat diharapkan bahwa sistem pemberian kompensasi tersebut secara langsung dapat membantu stabilitas organisasi, dan secara tidak langsung ikut andil dalam mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.
Tujuan Pemberian
Kompensasi
Menurut H. Malayu
S.P. Hasibuan, tujuan pemberian kompensasi adalah:
1. Ikatan kerjasama
2. Kepuasan kerja
3. Pengadaan efektif
4. Motivasi
5. Stabilitas karyawan
6. Disiplin
7. Pengaruh serikat buruh
8. Pengaruh pemerintah
Asas-Asas
Kompensasi
1. Asas Keadilan : ialah adanya konsistensi
imbalan bagi karyawan yang melakukan tugas dengan bobot yang sama. Jadi, kompensasi dikatakan adil
bukan berarti setiap karyawan menerima kompensaasi yang sama besarnya. Tetapi
berdasarkan asas adil, baik itu dalam penilaian, perlakuan, pemberian hadiah,
maupun hukuman bagi setiap karyawan. Sehingga dengan asas keadilan akan
tercipta suasana kerja yang baik, motivasi kerja, disiplin, loyalitas, daan
stabilitas karyawan yang lebih baik.
2. Asas Kelayakan dan Kewajaran : kompensasi
yang diterima karyawan harus dapat memenuhi kebutuhan dirinya berserta
keluarganya, pada tingkatan yang layak dan wajar. Sedangkan kompensasi yang
wajar berarti besaran kompenssi harus mempertimbangkan factor-faktor seperti
prestasi kerja, pendidikan, jenis pekerjaan, risiko pekerjaan, tanggung jawab,
jabatan, dan lain-lain.
Perhitungan
Besarnya Upah dan Gaji
-Upah menurut prestasi kerja
Dengan cara ini
langsung mengkaitkan besarnya upah dengan prestasi kerja yang telah ditunjukan
oleh karyawan. Cara ini dapat diterapkan apabila hasil kerja dapat diukur
secara kuantitatif. Banyak orang mengatakan bahwa cara ini disebut pula “upah
potong”.
-Upah menurut lama kerja
Cara ini disebut upah
waktu. Besarnya upah ditentukan oleh lamanya karyawan menyelesaikan suatu
pekerjaan. Cara perhitungan menggunakan perjam, per hari,per minggu,ataupun per
bulan.
-Upah menurut senioritas
Cara pengupahan ini
didasarkan pada masa kerja atau senioritas karyawan yang bersangkutan dalam
suatu organisasi. Semakin senior seorang karyawan semakin tinggi loyalitas pada
organisasi.
-Upah menurut kebutuhan
Ini berarti upah yang
diberikan adalah wajar apabila dapat dipergunakan untuk memenuhi kehidupan yang
layak namun tidak berlebihan maupun berkurang.
Keadilan dan
Kelayakan Kompensasi
Keadilan kompensasi
terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Keadilan Eksternal
Tarif upah yang pantas
dengan gaji yang berlaku untuk pekerjaan-pekerjaan yang serupa di pasar tenaga
kerja eksternal. Keadilan eksternal dinilai dengan membandingkan pekerjaan yang
serupa di antara organisasi-organisasi yang terbandingkan.
2. Keadilan Internal
Tingkat gaji yang pantas/patut dengan nilai pekerjaan internal bagi
perusahaan.Keadilan internal merupakan fungsi dari status relatif sebuah
pekerjaan di dalam organisasi, nilai ekonomi hasil pekerjaan, atau status
sosial sebuah pekerjaan, seperti kekuasaan, pengaruh, dan statusnya di dalam
hierarki organisasi.
3. Keadilan Individu
Individu pekerja
merasa bahwa dia diperlakukan secara wajar dibandingkan dengan rekan kerjanya.
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Sistem Kompensasi
1. Produktivitas
2. Kemampuan untuk membayar
3. Kesediaan untuk membayar
4. Penawaran dan permintaan tenaga kerja
5. Serikat pekerja
6. Berbagai peraturan dan perundang-undangan
Tantangan yang
Dihadapi dalam Menetapkan Kompensasi
Meskipun telah dilakukan evaluasi jabatan dengan sangat hati-hati untuk
membjuat rangking atau klasifikasi jabatan untuk menentukan gaji yang layak
sesuai dengan kelasnya, sering kali hal itu tidak dapat dilakukan sebab diluar
hal tersebut (internal equity and external equity) masih ada sejumlah faktor
atau kekuatan yang memengaruhi tingkat gaji yang kadang berada di luar kendali
organisasi.
Faktor faktornya :
1. Tingkat gaji yang lazim
Faktor faktornya :
1. Tingkat gaji yang lazim
2. Serikat buruh
3. Pemerintah
4. Kebijakan dan strategi penggajian
5. Faktor Internasional
6. Nilai yang sebanding dan
pembayaran yang lama
7. Biaya dan Produktivitas
Evaluasi
Jabatan
Evaluasi jabatan adalah sebuah proses yang menentukan nilai
relatif sebuah jabatan dalam hubungannya dengan jabatan lain.Evaluasi jabatan bertujuan untuk menciptakan
konsistensi (keadilan) internal dan konsistensi (keadilan) eksternal dalam
pemberian kompensasi atau balas jasa.Sasaran utamanya adalah kepuasan pekerja
dan atasan terhadap imbalan yang dibayarkan.
Metode Evaluasi
Jabatan
Ada empat metode
evaluasi jabatan yang lazim digunakan yaitu:
1. Sistem Peringkat (Job Ranking/Ranking System)
2. Sistem Kelas/Klasifikasi (Job
Grading/Classification System)
3. Sistem Pembandingan Faktor (Factor
Comparison System)
4. Sistem Angka (Point System)
Pengupahan Insentif
Pengupahan Insentif
Tujuan
utama dari pemberian insentif kepada karyawan pada dasarnya adalah untuk
memotivasi mereka agar bekerja lebih baik dan dapat menunjukkan prestasi yang
baik. Cara seperti ini adalah cara yang sangat efektif untuk meningkatkan hasil
produksi perusahaan.
1. Bagi
perusahaan
Tujuan
pelaksanaan pemberian insentif kepada karyawan dimaksudkan untuk meningkatkan
produksi dengan cara mendorong mereka agar bekerja disiplin dan semangat yang
lebih tinggi dengan tujuan menghasilkan kualitas produksi yang lebih baik serta
dapat bekerja dengan menggunakan faktor produksi seefektif dan seefisien
mungkin.
2. Bagi karyawan
Dengan
pemberian insentif dari perusahaan maka diharapkan karyawan memperoleh banyak
keuntungan, seperti misalnya mendapatkan upah atau gaji yang lebih besar,
mendapat dorongan untuk mengembangkan dirinya dan berusaha bekerja dengan
sebaik – sebaiknya.
Keamanan dan Kesehatan Karyawan
Pembinaan kesehatan karyawan atau anggota organisasi merupakan
suatu bentuk kompensasi nonfinansial yang sangat penting dalam
organisasi.Keadaan aman dan sehat seorang karyawan / anggota organisasi
tercermin dalam sikap individual dan aktivitas organisasi karyawan yang
bersangkutan. Makin baik kondisi keamanan
dan kesehatan, makin positif sumbangan mereka bagi organisasi/perusahaan.