Monday, November 26, 2018

Latihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia


          Pengertian dan Tujuan Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pegawai. Tetapi, pelatihan dan pengembangan secara konseptual dapat juga mengubah sikap pegawai terhadap pekerjaan.
            Pelatihan dan pengembangan merupakan dua konsep yang sama, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan. Tetapi, dilihat dari tujuannya, umumnya kedua konsep tersebut dapat dibedakan. Pelatihan lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang spesifik pada saat ini, dan pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjan pada masa yang akan datang, yang dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi dengan kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja.
         Alasan pelatihan wajib dilakukan :
-Pegawai yang baru direkrut sering kali belum memahami secara benar bagaimana melakukan pekerjaan
-Perubahan-perubahan dalam lingkungan kerja dan tenaga kerja
-Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas.
        Manfaat pelatihan dan pengembangan.
·         Memperbaiki moral tenaga kerja.
·         Membantu pegawai mengidentifikasi tujuan organisasi.
·         Membantu menciptakan citra perusahaan yang lebih baik.
·         Meningkatkan keotentikan, keterbukaan, dan kejujuran.
·         Memperbaiki hubungan antara atasan dan bawahan.
·         Memberikan informasi untuk kebutuhan masa depan di semua      bidang organisasi.
·         Meningkatkan efektivitas proses pengambilan keputusan pemecahan masalah.
        Kapan pelatihan diperlukan ?
       Pelatihan diperlukan pada saat memasuki lapangan pekerjaan. Pelatihan sumber daya manusia menjadi kemestian bagi setiap organisasi maupun lembaga, karena penempatan sumber daya manusia secara langsung tanpa pembekalan atau pelatihan dalam pekerjaan tidak menjamin mereka akan berhasil.
        Jenis Program Pelatihan dan Pengembangan
       Program-program dalam pelatihan dan pengembangan diciptakan untuk dirancang untuk meningkatkan mutu serta kualitas perusahaan, instansi baik negeri maupun swasta, maupun dalam bidang pendidikan. Biasanya untuk mengurangi masalah serta kendala beberapa pemimpin menggunakan beberapa cara untuk melakukan pelatihan dan pengembangan antara lain:
a)      On the job training
b)      Off the job training
Pada saat ini program yang biasa digunakan adalah metode on the job training. Para karyawan bisa belajar langsung dari atasanya atau dari karyawan lain yang mempunyai pengalaman lebih. Beberapa cara yang digunakan diantaranya :
-          Rotasi Jabatan
-          Latihan Intruksi Pekerjaan
-          Magang
        Tahap tahap Pelatihan
1.      Orientaton (Orientasi)
     Tujuan dari orientasi adalah agar karyawan baru dapat mengetahui dan memahami informasi dari latar belakang perusahaan dan produksi.
Isi daripada orientasi antara lain :
a)      Informasi tentang benefit atau keuntungan yang akan didapatkan oleh karyawan
b)      Pekerjaan dan hal-hal rutin
c)      Struktur organisasi perusahaan dan operasionalnya
d)     Kebijakkan perusahaan dan slogan-slogan perusahaan tentang kualitas, lingkungan, visi dan misi perusahaan
e)      Sistem-sistem yang ada dalam perusahaan
f)       Peraturan-peraturan dan disiplin perusahaan
g)      Keamananan dan keselamatan kerja dalam pekerjaan
h)      Pengenalan fasilitas perusahaan
2.      Training Process (Proses Pelatihan)
      Training atau pelatihan adalah suatu proses mengajar kepada karyawan untuk mendapatkan kemampuan dasar (basic skill) yang diperlukannya dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan mereka.
3.   On the Job Training (OJT)
      OJT (On the Job Training) adalah salah satu metode training dengan mengajarkan karyawan baru tersebut di pekerjaan yang sebenarnya.
     Langkah-langkah dalan OJT :
a)      Mempersiapkan Karyawan baru yang akan dilatih.
b)      Mempersiapkan Pekerjaan yang akan dilakukan oleh karyawan baru tersebut.
c)      Lakukan percobaan untuk melakukan pekerjaan
4.   Follow Up
a)         Identifikasikan Karyawan mana yang perlu bantuan
b)        Perbaiki kesalahan mereka sebelum menjadi suatu kebiasaan
c)         Kurangi pengawasan secara bertahap, periksa hasilnya (kualitas dan kuantitas) dari waktu ke waktu.
d)        Pujilah mereka bagi yang telah melakukan pekerjaan dengan baik.
e)         Mendorong      mereka untuk   melakukan pekerjaan   supaya mencapai standar kualitas dan kuantitas.
      Pelatihan Formal dan Non Formal
Pelatihan formal adalah pelatihan yang dilaksanakan secara formal (resmi) oleh organisasi atau perusahaan untuk para karyawan. Pelatihan jenis ini biasanya dilakukan secara teratur, terjadwal dengan mengacu pada kurikulum-silabus yang sudah ada.
Ø  Metode pelatihan formal :
a)      Belajar mandiri
b)      Metode belajar dikelas/ceramah
c)      Pelatihan ditempat kerja ( on the job training)
d)     Unjuk kerja
e)      Simulasi
f)       Sistem magang
g)      Pelatihan vestibule
h)      Bermain peran
i)        Telaah kasus
j)        Pelatihan laboratorium
2.      Pelatihan Non Formal
Salah satu jenis pelatihan nonformal disebut Built In training (BIT ) atau pelatihan melekat merupakan pelatihan yang berkesinambungan dan melekat dengan tugas setiap atasan, untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan standar uraian pekerjaan yang sudah ditetapkan sebelumnya
            Pelatihan Supervisor
       Supervisor bisa terwujud jika pimpinan memiliki karakteristik supervisor yang ideal, yaitu supervisor yang ahli untuk menyelesaikan masalah teknis pekerjaan, mampu merangkul dan memotivasi seluruh bawahan serta menjadi pemberi saran pengembangan kepada pihak manajerial.
Ø  Pengembangan Organisasi
Definisi pengembangan organisasi menurut beberapa ahli :
a)      Herbert J. Chruden (dalam Moekijat) : hal yang berlainan bagi berbagai ahli dalam bidang ini, akan tetapi pada dasarnya pengembangan organisasi merupakan suatu metode untuk memudahkan perubahan dan pengembangan dalam orang-orang (misalnya dalam gaya, nilai, dan ketrampilan), dalam teknologi ( misalnya dalam kesederhanaan yang lebih besar, dalam kompleksitas), dan dalam proses dan struktur organisasi (misalnya dalam hubungan, peranan).
b)      George R. Terry (dalam Moekijat) : menurut definisi formal, pengembangan organisasi mencakup usaha-usaha untuk meningkatkan hasil dengan memperoleh yang paling baik dari para pegawai, baik secara individual maupun sebagai anggota kelompok kerja.
c)      Prof. Dr. Sondang P. Siagian (dalam Moekijat) : pengembangan organisasi, sebagai teori manajemen, berarti serangkaian konsep, alat dan teknik untuk melakukan perencanaan jangka panjang dengan sorotan pada hubungan antara kelompok kerja dan individu dikaitkan dengan perubahan-perubahan yang bersifat structural.

           Arti penting sumber daya manusia
          Pembangunan suatu bangsa memerlukan aset pokok yang disebut sumber daya (resources), baik sumber daya alam (natural resources), maupun sumber daya manusia (human resources). Kedua sumber daya tersebut sangat penting dalam menentukkan keberhasilan suatu pembangunan.
          Pengembangan sumber daya manusia, dapat dilihat dari dua aspek, yaitu kuantitas dan kualitas. Pengertian kuantitas menyangkut jumlah sumber daya manusia. Kuantitas sumber daya manusia tanpa disertai dengan kualitas yang baik akan menjadi beban pembangunan suatu bangsa. Sedangkan kualitas, menyangkutmutu sumber daya manusia yang menyangkut, baik kemampuan fisik maupun kemampuan non fisik (kecerdasan dan metal). Oleh sebab itu untuk kepentingan akselerasi suatu pembangunan di bidang apapun, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu syarat utama.

              Pengembangan melalui mutasi/promosi
a)      Mutasi
Mutasi adalah perpindahan pekerjaan seseorang dalam suatu organisasi yang memiliki tingkat level yang sama dari posisi perkerjaan sebelum mengalami pindah kerja.
b)      Promosi
Promosi adalah penghargaan dengan kenaikan jabatan dalam suatu organisasi ataupun instansi baik dalam pemerintahan maupun non pemerintah (swasta).
Pedoman yang dijadikan dasar untuk mempromosikan karyawan atau pegawai menurut Handoko adalah:
1.       Pengalaman (lamanya pengalaman kerja karyawan).
2.       Kecakapan (keahlian atau kecakapan).
3.       Kombinasi   kecakapan       dan      pengalaman     (lamanya pengalaman dan kecakapan).
           Pengembangan melalui GKM
      Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah sekelompok kecil karyawan yang terdiri dari 3-8 orang dari unit kerja yang sama, yang dengan sukarela secara berkala mengadakan pertemuan untuk melakukan kegiatan pengendalian mutu di tempat kerjanya dengan menggunakan alat kendali mutu dan proses pemecahan masalah.
      Melalui kegiatan GKM ini perusahaan dapat memotivasi karyawan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah oleh karyawan, meningkatkan keterlibatan karyawan dan menanamkan kesadaran kepada karyawan mengenai pentingnya pencegahan masalah dalam perusahaan.

            Pengembangan melalui Waskat
a)                 Pengorganisasian
          Organisasi membutuhkan adanya struktur organisasi dan uraian tugas yang jelas. Struktur organisasi dibuat untuk memberikan kejelasan tentang kedudukan, fungsi, kewenangan, dan tata kerja yang berlaku didalamnya.
b)               Personil
          Kegiatan pembinaan personil dilakukan mulai dari proses rekruitmen sampai dengan pemberhentian.
c)               Kebijakan
          Kebijakan merupakan pedoman yang ditetapkan oleh pimpinan satuan organisasi/kerja untuk mendorong tercapainya tujuan satuan organisasi/kerja.
d)              Perencanaan
Perencanaan merupakan suatu proses penetapan tujuan serta langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan pada masa datang dengan sumber daya yang diperlukan dalam rangka mewujudkan pencapaiantujuan organisasi.
e)               Prosedur
Prosedur harus dibuat secara tertulis,sederhana, mudah dimengerti, disosialisasikan kepada pihak yang ber-kepentingan, dan memberikan pelayanan prima kepada pemakai jasa(users).
f)               Pencatatan
          Pencatatan merupakan proses pendokumentasian transaksi/kejadian secara sistematis yang relevan dengan kepentingan organisasi instansi. Pencatatan juga mencakup proses pengolahan data yang diperoleh menjadi informasi dalam bentuk keluaran olahan data atau laporan.
g)              Pelaporan
Pelaporan yang baik harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
-        mengandung kebenaran, obyektif, dan dapat dibuktikan
-       jelas dan akurat
-        langsung mengenai sasaran
-       lengkap
-        tegas dan konsisten
-        tepat waktu
-       tepat penerimanya; dan mempertimbangkan faktor manfaat dan biaya.

h)      Super visi dan review intern

Supervisi merupakan pengawasan unsur pimpinan terhadap pelaksanaan tugas yang dilaksanakan oleh stafnya. Review intern adalah suatu aktivitas untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan, program,dan kegiatan yang telah ditetapkan yang dilakukan oleh pimpinan ataupejabat yang berwenang bersama- sama dengan staf pimpinan atau dila-kukan oleh APIP, terhadap pelaksanaan tugas yang diberikan. 

No comments:

Post a Comment