Tuesday, March 29, 2016

SISTEM EKONOMI INDONESIA

SISTEM EKONOMI INDONESIA. 

PEMBUAT : RIA DAMI ULFA (25215873)
  1. PENGERTIAN SISTEM
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk meraih sejuta tujuan.
  1. SISTEM EKONOMI DAN POLITIK
 Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.
Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.
Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian… produksi, distribusi, konsumsi.
Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:
  1. Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
  2. Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
  3. Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
  4. Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
  5. Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
  6. Pengaturan motivasi usaha
  7. Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
  8. Penentuan pertumbuhan ekonomi
  9. Pengendalian stabilitas ekonomi
  10. Pengambilan keputusan
  11. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Macam-macam sistem ekonomi di dunia di antaranya:
  • Sistem ekonomi campuran kapitalisme dan sosialisme
Contohnya: Indonesia, Malaysia, Singapura
  • Sistem ekonomi komando/terpusat/etatisme
Contohnya: Korea Utara, Rusia
  • Sistem ekonomi kapitalisme/liberal/pasar yang diterapkan di Amerika dan Eropa
  • Sistem ekonomi sosialisme
Contohnya: China, Venezuela, Kuba
  • Sistem ekonomi tradisional
Contohnya: suku Badui Dalam
Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:
  • Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
  • Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
  • Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya
Pengertian sistem politik adalah mekanisme yang mengatur tata cara menjalankan pemerintahan dan struktur hubungan lembaga-lembaga kenegaraan untuk mempertahankan kekuasaan dalam upaya penyelenggaraan negara demi mewujudkan kesejahteraan warganya
Komponen struktur politik terdiri atas:
  • Infrastruktur politik diantaranya : partai politik, tokoh politik, kelompok jurnalis, kelompok kepentingan, kelompok penekanan, media komunikasi politik
  • Suprastruktur politik yang meliputi lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif
Empat variable sistem politik yang sangat berpengaruh yaitu:
  • Budaya politik misalnya dalam bentuk kesantunan, menjunjung antikorupsi dan menegakkan ideologi
  • Kebijakan yang merupakan interaksi antara kepentingan dan kekuasaan (UU, PP, PERDA)
  • Kepentingan meliputi tujuan-tujuan yang dikejar oleh para pelaku politik misalnya penegakaan hukum
  • Kekuasaan sebagai cara untuk mencapai kepentingan dengan menjadi tim perumus UU.
Macam-macam sistem politik diantaranya:
  • Komunisme yang identik dengan model pemerintah satu partai seperti RRC
  • Fasisme merupakan gabungan gerakan rasisme dan chauvinisme seperti Nazisme Hitler dan Mussolini Italia
  • Liberal yang berbasis demokrasi seperti di Amerika dan Eropa
KAPITALISME DAN SOSIALISME
Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis dikenal juga sebagai sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Kondisi ini benar-benar tidak memerlukan campur tangan pemerintah atau dengan kata lain, pemerintah akan benar-benar lepas tangan terhadap pengambilan keputusan ekonomi.
Sistem ekonomi ini pernah dianut Indonesia di tahun 1950-an sebelum akhirnya diganti dengan sistem ekonomi Pancasila. Negara lainnya yang menganut sistem ekonomi kapitalis antara lain: Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, dan Swiss.
Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis :
Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
  • Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
  • Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
Sebagai suatu sistem ekonomi, ekonomi kapitalis tentunya memiliki juga kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
  • Kelebihan :
    • Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
    • Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
    • Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
    • Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.
  • Kekurangan :
  • Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
  • Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
  • Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga hal ini telah menyampingkan kepentingan umum.
Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis dikenal juga dengan sistem ekonomi terpusat. Sistem ekonomi sosialis merupakan suatu sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi yang dilakukan pemerintah itu dapat berupa pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi ini antara lain, China, Rusia, serta beberapa negara di Eropa Timur yang merupakan bekas jajahan Rusia.
Ciri-ciri Ekonomi Sosialis :
  • Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara.
  • Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
  • Alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
Sebagai suatu sistem ekonomi, ekonomi sosialis tentunya memiliki juga kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
  • Kelebihan:
    • Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
    • Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
    • Kemakmuran masyarakat merata.
    • Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan.
  • Kekurangan :
  • Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
  • Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
  • Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
  • Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi sosialis dan kapitalis. Perpaduan ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian. Jadi bisa dikatakan bahwa dalam sistem ekonomi campuran, pemerintah memberikan kebebasan pada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi di sisi lain pemerintah juga ikut campur tangan dalam kegiatan perekonomian yang bertujuan untuk menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
  • Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
  • Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.
Sebagai suatu sistem ekonomi, ekonomi campuran tentunya memiliki juga kelebihan dan kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
  • Kelebihan :
    • Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
    • Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
    • Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
  • Kekurangan :
  • Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
  • Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah dan kurang diawasi.
       4. PERSAINGAN TERKENDALI
Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.
Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);
  • Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
  • Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
  • Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
  • Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
          5. KADAR KAPITALISME DAN SOSIALISME
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:
  • Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian
Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.
Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.
  • Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.
Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.
Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hingga akhir tahun 1965.

http://www.academia.edu/8587713/SISTEM_PEREKONOMIAN_INDONESIA_DAN_DUNIA
http://www.bimbingan.org/perbedaan-sistem-ekonomi-dengan-sistem-politik.htm
http://kuswanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17921/SISTEM+EKONOMI+INDONESIA.doc
http://www.astalog.com/1023/ciri-ciri-sistem-ekonomi-sosialis-kapitalis-dan-campuran.htm

No comments:

Post a Comment